Cara Menentukan CFM dan Tekanan Kompresor untuk Proyek

Kapasitas kompresor ditentukan oleh dua angka: debit udara (CFM) yang dibutuhkan semua alat yang dipakai bersamaan, dan tekanan kerja (bar atau psi) yang diminta alat itu. Jumlahkan CFM alat yang jalan bersamaan, bagi dengan 0,7 agar kompresor tidak bekerja di batas maksimalnya, lalu pastikan tekanan kompresor di atas tekanan kerja alat. Contohnya, tiga breaker sedang dan satu rock drill ringan butuh sekitar 260 CFM, jadi kompresor yang cocok ada di kelas 375 CFM.
Di bawah ini cara menghitung kebutuhan CFM kompresor langkah demi langkah, tabel kebutuhan udara alat pneumatik yang umum dipakai di proyek, dan kesalahan yang paling sering membuat alat terasa lemah di lapangan.
CFM, bar, dan psi: tiga angka yang perlu Anda baca
CFM (cubic feet per minute) adalah volume udara yang dialirkan kompresor setiap menit. Di brosur, angka ini sering ditulis sebagai FAD (free air delivery), yaitu volume udara yang dihitung ulang ke kondisi udara masuk kompresor. Semakin banyak alat yang jalan bersamaan, semakin besar CFM yang dibutuhkan.
Bar dan psi adalah satuan tekanan. 1 bar sama dengan sekitar 14,5 psi. Sebagian besar alat pneumatik konstruksi dirancang bekerja di sekitar 90 psi, atau 6,2 bar.
Satuan debit lain yang kadang muncul di spesifikasi adalah m³/menit dan liter/detik. 1 m³/menit sama dengan sekitar 35,3 CFM, dan 1 CFM sama dengan sekitar 0,47 liter/detik.

Kebutuhan udara alat pneumatik di proyek
Tabel berikut merangkum kebutuhan udara alat yang paling sering dipakai di proyek konstruksi, pada tekanan kerja 70-100 psi. Kolom pemakaian 100% berlaku untuk alat yang dipakai terus-menerus selama bekerja, seperti breaker dan rock drill. Kolom pemakaian 25% cocok untuk alat yang dipakai sesekali, seperti impact wrench atau gerinda.
Alat | Pemakaian 25% (CFM) | Pemakaian 100% (CFM) |
|---|---|---|
Paving breaker ringan | 12 | 48 |
Paving breaker sedang | 12-15 | 49-60 |
Paving breaker berat | 15-23 | 60-90 |
Rock drill ringan | 13-20 | 53-80 |
Rock drill sedang | 24 | 95 |
Rock drill berat | 31 | 123 |
Chipping hammer | 7-8 | 26-33 |
Rammer (stamper) sedang | 9 | 34 |
Backfill tamper | 8 | 30 |
Impact wrench 1" | 11 | 45 |
Gerinda vertikal 7" | 18 | 70 |
Hammer drill | 5 | 21 |
Angka di atas adalah rata-rata. Kebutuhan udara bisa berbeda antar merek dan model, jadi bila spesifikasi pabrikan alat Anda tersedia, pakai angka dari pabrikan. Untuk vibrator beton, Engineering Toolbox mencatat kebutuhan 20-50 CFM. Untuk sandblasting, Engineering Toolbox mencatat rentang 6-400 CFM, tergantung ukuran nozzle. Topik itu kami bahas di artikel tersendiri.
Cara menghitung kebutuhan CFM kompresor dalam empat langkah

1. Daftar semua alat pneumatik
Tulis setiap alat yang akan memakai udara dari kompresor, beserta jumlahnya. Ambil kebutuhan CFM dari spesifikasi pabrikan alat, atau dari tabel di atas bila spesifikasinya tidak ada.
2. Jumlahkan alat yang jalan bersamaan
Yang dihitung adalah alat yang menyala pada waktu yang sama, bukan semua alat yang ada di gudang. Untuk breaker, rock drill, dan sandblast, pakai angka pemakaian 100%, karena alat ini bekerja terus-menerus saat dipakai. Untuk alat yang hanya sesekali dipakai, angka pemakaian 25% sudah cukup.
3. Bagi dengan 0,7
Sullair menyarankan, untuk pekerjaan berat seperti breaker dan rock drill, pakai hanya sekitar 70% kapasitas udara kompresor. Sisa kapasitas menutup kebocoran sambungan, keausan alat, dan tambahan alat di tengah pekerjaan. Caranya: total CFM dibagi 0,7.
4. Cek tekanan kerja
Pastikan tekanan kompresor di atas tekanan kerja alat, karena tekanan turun sepanjang selang. Sebagai gambaran, Compact Equipment mencatat penurunan sekitar 10 psi pada selang sepanjang 250 kaki (sekitar 76 meter), cukup untuk membuat hammer pneumatik tidak bekerja dengan baik. Selang 3/4 inci sepanjang 50 kaki (sekitar 15 meter) hanya kehilangan sekitar 2 psi.
Contoh hitungan untuk dua jenis pekerjaan
Pembongkaran beton: 3 breaker dan 1 rock drill
- 3 paving breaker sedang × 60 CFM = 180 CFM
- 1 rock drill ringan = 80 CFM
- Total alat yang jalan bersamaan: 260 CFM
- 260 ÷ 0,7 ≈ 371 CFM
Kompresor kelas 375 CFM cocok untuk pekerjaan ini. Salah satu unit kami, Airman PDS375DP, menghasilkan 375 CFM pada 7 bar, dengan satu outlet 2 inci dan dua outlet 3/4 inci untuk membagi selang ke beberapa alat.
Pekerjaan instalasi: impact wrench, gerinda, dan chipping hammer
- 2 impact wrench 1" dipakai sesekali × 11 CFM = 22 CFM
- 1 gerinda vertikal 7" dipakai sesekali = 18 CFM
- 1 chipping hammer dipakai terus-menerus = 33 CFM
- Total: 73 CFM, dengan cadangan menjadi sekitar 105 CFM
Untuk pekerjaan seperti ini, kompresor kecil di kelas 100-185 CFM sudah cukup. Menyewa unit 375 CFM hanya menambah biaya solar dan mobilisasi tanpa manfaat. Unit yang tidak tampil di katalog kompresor tetap bisa ditanyakan, karena stok kami lebih banyak dari yang ditampilkan.
Debit udara turun saat tekanan dinaikkan
Banyak kompresor portabel bisa disetel ke lebih dari satu tekanan. Konsekuensinya, debit udara turun saat tekanan dinaikkan. Airman PDS375DP, misalnya, menghasilkan 375 CFM pada 7 bar, tetapi 330 CFM pada 10,3 bar.

Saat membandingkan penawaran kompresor, cocokkan CFM pada tekanan yang benar-benar Anda pakai. Tekanan tinggi hanya perlu bila alat Anda memang dirancang untuk tekanan itu. Alat konstruksi umum yang bekerja di sekitar 6,2 bar sudah terlayani kompresor 7 bar.
Tanda kompresor Anda kekecilan
- Tekanan di manometer kompresor terus turun saat semua alat dinyalakan.
- Breaker atau rock drill terasa lemah dan pekerjaan jadi lebih lama.
- Alat bekerja normal saat dipakai sendiri, tetapi melemah saat alat lain ikut menyala.
- Alat di ujung selang yang panjang jauh lebih lemah daripada alat yang dekat kompresor.
Bila tanda ini muncul, hitung ulang total CFM alat yang jalan bersamaan. Kalau totalnya sudah di atas 70% kapasitas kompresor, pilihannya adalah menambah unit kompresor, memakai unit yang lebih besar, atau mengatur giliran pemakaian alat. Bila kompresor tambahan dibutuhkan di tengah proyek, kirim daftar alat Anda lewat form penawaran agar kebutuhannya bisa dihitung ulang.

Kesalahan umum saat memilih kompresor
Menghitung semua alat, bukan yang menyala bersamaan
Lima breaker di lokasi belum tentu menyala bersamaan. Kalau dua di antaranya hanya cadangan, menghitung kelimanya membuat Anda menyewa kompresor yang jauh lebih besar dari kebutuhan, dan membayar solar untuk kapasitas yang tidak terpakai.
Membandingkan CFM tanpa melihat tekanannya
Dua penawaran sama-sama menulis "375 CFM" belum tentu setara. Pastikan angka CFM itu diukur pada tekanan yang sama, dan pada tekanan yang akan Anda pakai.
Lupa memperhitungkan selang
Kompresor yang cukup bisa terasa kurang bila selangnya terlalu panjang atau terlalu kecil. Bila titik kerja jauh dari tempat kompresor diparkir, pakai selang berdiameter lebih besar, atau dekatkan kompresor ke titik kerja.
Tidak menyisakan cadangan
Di tengah pekerjaan, alat sering bertambah: satu breaker lagi untuk mengejar target, atau gerinda untuk merapikan besi. Kompresor yang sejak awal dipakai di batas maksimalnya tidak punya ruang untuk itu. Batas 70% di langkah ketiga menyediakan ruang tersebut.
Data yang perlu disiapkan sebelum menyewa kompresor
Dengan data berikut, kebutuhan kompresor bisa dihitung dalam sekali percakapan:
- Daftar alat pneumatik dan jumlah yang menyala bersamaan.
- Tekanan kerja alat, biasanya tertulis di label atau buku manual alat.
- Jarak dari tempat kompresor diparkir ke titik kerja terjauh, untuk menentukan panjang dan diameter selang.
- Durasi sewa dan jam kerja per hari, untuk memperkirakan kebutuhan solar.
- Akses jalan ke lokasi. Kompresor kelas 375 CFM seperti PDS375DP ditarik dengan trailer roda dua, berat operasionalnya sekitar 1.770 kg, dan batas kecepatan tariknya 20 km/jam, jadi jalan masuk perlu bisa dilalui kendaraan penarik.
Kirim data tersebut lewat form penawaran atau WhatsApp. Tim kami bantu hitungkan kapasitasnya dan carikan unit yang sesuai.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa CFM untuk satu jack hammer?
Paving breaker atau jack hammer umumnya membutuhkan sekitar 48-90 CFM saat dipakai terus-menerus, tergantung bobot dan ukurannya. Breaker sedang di kisaran 49-60 CFM.
Kompresor 375 CFM bisa untuk berapa breaker?
Dengan batas pemakaian 70%, kompresor 375 CFM menyisakan sekitar 260 CFM untuk alat. Itu cukup untuk empat breaker sedang berkebutuhan 60 CFM, atau tiga breaker berat berkebutuhan 80 CFM.
Apakah tekanan lebih tinggi selalu lebih baik?
Tidak. Alat pneumatik dirancang untuk tekanan tertentu, umumnya sekitar 6,2 bar. Menaikkan tekanan kompresor juga menurunkan debit udaranya, seperti contoh PDS375DP di atas.
Apa bedanya CFM dan HP?
HP atau kW adalah tenaga mesin kompresor, sedangkan CFM adalah udara yang dihasilkan. Atlas Copco menyebut kompresor stasioner umumnya menghasilkan 4-6 CFM per kW. Untuk memilih kompresor, utamakan CFM dan tekanan, lalu tenaga mesin mengikuti.
Sumber
- Compressed Air Systems, Tool Air Consumption Chart (kebutuhan udara alat, pemakaian 25% dan 100%)
- Engineering Toolbox, Air Tools: Air Consumption (vibrator beton, tekanan kerja 90 psi, pengertian free air)
- Compact Equipment, Air Tools and Diesel Air Compressors (batas pemakaian 70% menurut Sullair, penurunan tekanan di selang)
- Atlas Copco Indonesia, Panduan Menentukan Ukuran Kompresor
- Atlas Copco Indonesia, Menghitung CFM ke kW
- Foto kompresor portabel dan panel outlet: Jwh / Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 3.0 LU
- Foto sampul: Josh Parris / Wikimedia Commons, domain publik