Kompresor Sandblasting Berapa CFM? Tabel per Ukuran Nozzle

Kompresor untuk sandblasting ditentukan oleh ukuran nozzle dan tekanan di nozzle. Menurut tabel Clemco, nozzle No. 4 (1/4 inci) butuh 81 CFM dan nozzle No. 6 (3/8 inci) butuh 196 CFM pada 100 psi. Tambahkan sekitar 20 CFM untuk helm udara operator, lalu cadangan 50% untuk keausan nozzle. Satu nozzle No. 6 dengan helm pada 90 psi butuh sekitar 290 CFM, jadi kompresor kelas 375 CFM sudah cukup.
Di bawah ini tabel kebutuhan udara per ukuran nozzle, cara menghitung kebutuhan total, dan hal-hal di luar nozzle yang sering membuat blasting terasa lemah walaupun kompresornya besar.
Tabel kebutuhan CFM per ukuran nozzle
Nomor nozzle blasting menunjukkan diameter lubangnya dalam satuan 1/16 inci. Nozzle No. 4 berarti lubang 4/16 atau 1/4 inci, No. 6 berarti 6/16 atau 3/8 inci. Tabel berikut diambil dari bagan konsumsi udara Clemco, pabrikan peralatan blasting, untuk nozzle baru. Kolom terakhir adalah diameter minimum saluran udara dari kompresor ke pot blasting yang disarankan Clemco untuk tiap nozzle.
Nozzle | 80 psi (CFM) | 90 psi (CFM) | 100 psi (CFM) | Saluran udara minimum |
|---|---|---|---|---|
No. 2 (1/8") | 17 | 18,5 | 20 | - |
No. 3 (3/16") | 38 | 41 | 45 | 3/4" |
No. 4 (1/4") | 68 | 74 | 81 | 1" |
No. 5 (5/16") | 113 | 126 | 137 | 1,25" |
No. 6 (3/8") | 161 | 173 | 196 | 1,5" |
No. 7 (7/16") | 217 | 240 | 254 | 2" |
No. 8 (1/2") | 280 | 309 | 338 | 2" |
Atlas Copco Indonesia memberi angka yang searah dalam satuan metrik: nozzle 8 mm butuh 2,2-5,3 m³/menit (sekitar 78-187 CFM), dan nozzle 13 mm sampai 5,5-13 m³/menit. Rentangnya lebar karena tekanan dan kondisi kerja berbeda-beda, jadi tabel per tekanan di atas lebih praktis untuk menghitung.

Tekanan di nozzle, bukan di manometer kompresor
Angka di tabel adalah tekanan di nozzle. Udara kehilangan tekanan sepanjang selang udara, di pot blasting, dan di selang blasting sebelum sampai di ujung nozzle. BlastOne, pemasok peralatan blasting, menulis bahwa banyak operator membaca manometer kompresor dan menganggapnya sebagai tekanan blasting, padahal hampir selalu keliru. Cara yang benar adalah mengukur dengan jarum pengukur tekanan yang ditusukkan ke selang blasting sedikit di belakang dudukan nozzle.
BlastOne menyarankan minimal 100 psi di nozzle untuk produktivitas standar dan memperkirakan setiap penurunan 1 psi memangkas produktivitas sekitar 1,5%. Atlas Copco juga menyebut sekitar 100 psi di nozzle sebagai setelan yang seimbang untuk baja keras. Konsekuensinya: kompresor yang disetel 7 bar (sekitar 101 psi) tidak akan memberi 100 psi di nozzle. Setelah kehilangan di selang dan pot, tekanan nozzle realistis di kisaran 90 psi atau di bawahnya.
Nozzle aus menaikkan kebutuhan udara
Abrasif mengikis lubang nozzle sedikit demi sedikit. Saat lubangnya membesar, nozzle menelan udara seperti nozzle satu nomor di atasnya. Bagan keausan nozzle Clemco menunjukkan besarnya lonjakan itu pada 100 psi:
- No. 4 ke No. 5: dari 81 menjadi 137 CFM, naik 69%.
- No. 5 ke No. 6: dari 137 menjadi 196 CFM, naik 43%.
- No. 6 ke No. 7: dari 196 menjadi 254 CFM, naik 29%.
Artinya, kompresor yang pas untuk nozzle baru bisa kekurangan udara setelah nozzle dipakai beberapa hari. Tekanan di nozzle turun, dan pukulan abrasif melemah. Itu sebabnya Clemco menambahkan cadangan 50% dalam perkiraan kebutuhan udaranya, dan Atlas Copco menyarankan kapasitas kompresor direncanakan dengan margin. Kami menyarankan ukur lubang nozzle secara berkala dan ganti bila diameternya sudah mendekati nomor berikutnya.
Selang blasting dan saluran udara
Clemco menyarankan diameter dalam selang blasting 3-4 kali diameter lubang nozzle, dan sama dengan diameter masuk nozzle. Untuk nozzle No. 6 (3/8 inci), itu berarti selang blasting sekitar 1 1/4 inci. Saluran udara dari kompresor ke pot juga punya ukuran minimum, seperti di kolom terakhir tabel di atas: 1,5 inci untuk No. 6 dan 2 inci untuk No. 7 dan No. 8.
Atlas Copco mengingatkan bahwa selang yang panjang, tekukan tajam, dan sambungan yang terlalu kecil menghambat aliran udara. Bila titik blasting jauh, lebih baik memindahkan kompresor dan pot mendekati area kerja daripada menyambung selang tambahan.

Udara tambahan: helm operator dan pengering udara
Helm atau respirator berpasokan udara
Operator blasting wajib memakai helm berpasokan udara. Clemco menghitung tambahan 20 CFM per helm dalam perkiraan kebutuhan udara sistem blasting. OSHA mensyaratkan udara napas untuk respirator jenis ini minimal memenuhi Grade D, dan udara dari kompresor harus dijaga dari kontaminan, termasuk karbon monoksida. Dalam praktik, udara helm melewati filter udara napas dan alat pemantau CO, dan sisi isap kompresor diposisikan jauh dari asap knalpot.
Jenis abrasif juga soal keselamatan. Clemco menegaskan pasir silika tidak boleh dipakai sebagai abrasif, karena menghirup debu silika kristalin bisa menyebabkan penyakit paru yang serius.

Aftercooler dan pemisah air
Udara keluar kompresor dalam keadaan panas. Saat mendingin di selang, uap airnya mengembun. Blastmaster, produsen peralatan blasting, menyebut abrasif basah sebagai penyebab utama terhentinya pekerjaan blasting: abrasif menggumpal, menyumbat katup takar, selang, dan nozzle. Aftercooler dengan pemisah air, atau pengering udara, dipasang di antara kompresor dan pot untuk mengatasinya. Di iklim lembap seperti Indonesia, perangkat ini layak dianggap perlengkapan wajib, bukan tambahan.
Contoh hitung: Airman PDS375DP untuk sandblasting
Airman PDS375DP menghasilkan 375 CFM pada 7 bar. Dengan metode Clemco, kebutuhan udara dihitung sebagai (udara nozzle + udara helm) × 1,5. Kami pakai tekanan nozzle 90 psi, karena kompresor disetel 7 bar dan sebagian tekanan hilang di selang.
- 1 nozzle No. 6 pada 90 psi: 173 CFM
- 1 helm: 20 CFM
- Subtotal: 193 CFM
- Dengan cadangan 50%: 193 × 1,5 ≈ 290 CFM
Hasil 290 CFM masih di bawah 375 CFM, jadi PDS375DP cukup untuk satu nozzle No. 6. Kombinasi lain bisa dihitung dengan cara yang sama.

Dua nozzle No. 4 masih masuk (282 CFM). Satu nozzle No. 7 (390 CFM) dan dua nozzle No. 5 (438 CFM) sudah melewati kapasitas bila cadangan 50% dipertahankan. Untuk kebutuhan sebesar itu, pilihannya adalah dua kompresor, atau mengurangi ukuran nozzle.
PDS375DP juga bisa disetel 10,3 bar dengan debit 330 CFM. Setelan ini berguna bila Anda ingin benar-benar mendapat 100 psi di nozzle walaupun ada kehilangan tekanan di selang. Satu nozzle No. 6 pada 100 psi dengan helm dan cadangan butuh (196 + 20) × 1,5 ≈ 324 CFM, pas di bawah 330 CFM.
Kesalahan umum saat memilih kompresor sandblasting
Menghitung dari nozzle baru tanpa cadangan
Nozzle No. 5 baru butuh 137 CFM, tetapi setelah aus mendekati ukuran No. 6 kebutuhannya mendekati 196 CFM. Tanpa cadangan, tekanan blasting turun seiring hari kerja.
Lupa menghitung helm
Setiap operator butuh sekitar 20 CFM untuk helmnya. Dua operator berarti 40 CFM yang tidak tersedia untuk nozzle.
Menganggap tekanan kompresor sama dengan tekanan nozzle
Manometer kompresor yang menunjuk 100 psi tidak menjamin 100 psi di nozzle. Ukur di nozzle, atau sisakan selisih tekanan saat memilih setelan kompresor.
Memakai udara basah
Tanpa aftercooler atau pemisah air, abrasif menggumpal dan pot sering tersumbat. Kompresor besar tidak menolong bila udaranya basah.
Data yang perlu disiapkan sebelum menyewa kompresor sandblasting
- Ukuran nozzle yang dipakai dan jumlah nozzle yang menyala bersamaan.
- Jumlah operator dengan helm berpasokan udara.
- Target tekanan di nozzle, misalnya 90 atau 100 psi.
- Jarak dari kompresor ke titik blasting terjauh, untuk menentukan panjang dan diameter selang.
- Ada atau tidaknya aftercooler, pemisah air, dan filter udara napas.
- Akses lokasi. PDS375DP ditarik dengan trailer roda dua, berat operasionalnya sekitar 1.770 kg, dan batas kecepatan tariknya 20 km/jam.
Untuk perhitungan kebutuhan udara alat pneumatik lain seperti breaker dan rock drill, baca panduan kami cara menentukan CFM dan tekanan kompresor untuk proyek. Kirim data di atas lewat form penawaran, dan tim kami hitungkan kapasitas kompresor beserta jumlah unitnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kompresor 185 CFM bisa untuk sandblasting nozzle berapa?
Dengan metode Clemco pada 90 psi, kompresor 185 CFM cukup untuk satu nozzle No. 4 dengan helm: (74 + 20) × 1,5 ≈ 141 CFM. Nozzle No. 5 dengan helm butuh sekitar 219 CFM, sudah di atas 185 CFM.
Berapa psi tekanan ideal sandblasting?
Untuk baja, sekitar 100 psi di nozzle menurut Atlas Copco dan BlastOne. Pekerjaan ringan atau permukaan lunak bisa memakai tekanan lebih rendah, dengan konsekuensi laju pengerjaan lebih lambat.
Kenapa blasting melemah padahal kompresornya sama?
Penyebab paling sering adalah nozzle yang sudah aus, selang terlalu panjang atau kecil, dan udara basah yang membuat abrasif menggumpal. Ukur tekanan di nozzle dan cek diameter lubang nozzle lebih dulu.
Apakah satu kompresor bisa untuk blasting dan helm sekaligus?
Bisa, dan itu yang dihitung dalam metode Clemco. Syaratnya udara helm melewati filter udara napas dan pemantau karbon monoksida, sesuai persyaratan udara napas Grade D.
Sumber
- Clemco Industries, Compressed-Air and Abrasive Consumption (CFM per nozzle pada 50-140 psi)
- Clemco Industries, Effects of Nozzle Wear on Air Consumption
- Clemco Industries, Blast System Air Volume Estimates (tambahan helm 20 CFM dan cadangan 50%)
- Clemco Industries, Minimum Compressor Air Line Diameter
- Clemco Industries, Product Reference Charts (peringatan pasir silika)
- Clemtex, Clemco Supa Blast Hose (diameter selang 3-4 kali lubang nozzle)
- Atlas Copco Indonesia, Cara memilih kompresor udara yang tepat untuk sandblasting
- BlastOne, The Proper Way to Check Blasting Pressure
- Blastmaster, Moisture Management Systems (dampak abrasif basah, aftercooler)
- OSHA 29 CFR 1910.134, Respiratory Protection (udara napas Grade D)
- Foto selang blasting dan sampul: Retired electrician / Wikimedia Commons dan berkas sampul, lisensi CC0
- Foto operator dengan helm: NIOSH / Wikimedia Commons, domain publik